Monday, 18 February 2013

RAHASIA BATU COMBONG

Apa yang disebut sebagai Batu Combong secara umum mempunyai ciri khas berlubang di tengahnya. Banyak jenis ini memang bisa kita jumpai di berbagai penjual batu cincin di kaki lima. Misalnya saja di pusat penjualan batu-batu akik di Jatibening, Jakarta.
Menurut hemat penulis, batu ini umumnya mempunyai kadar keras sangat rendah, yaitu antara 5 – 6 Mohs. Dapat dikatakan sebagai batu yang mudah pecah.
Masalahnya, benarkah semua batu yang berlobang di tengahnya menyimpan tua tersendiri, terutama sekali untuk pelet atau pengasihan?


Selama ini, tak sedikit orang yang mencari Batu Combong karena tuahnya. Mereka sangat percaya akan tuah batu ini. Meski batu model ini mudah kita temui dipasaran, tapi untuk mencari yang benar-benar bertuah, memang sangat sulit. Siapapun yang mengidamkan Batu Combong, maka dia harus tahu betul mana yang alami dan mana yang palsu. Apalagi, di zaman yang kian canggih ini, apapun bisa ditiru dan bahkan bisa sama persis dengan yang aslinya.Disamping itu, kita harus memahami betul karakter dari bahan batu ini. Sebab, semua Batu Combong berasal dari bahan yang mempunyai unsur air, diantaranya;
1. Kinyang atau Kenanga: Batu ini berasal dari bahan cadas kali atau pegunungan yang mempunyai warna kuning bercampur orange. Batu dengan ciri khas seperti ini mempunyai 3 pamor/ruwas batu; 1. Pamor Sulaiman; 2. Pamor Air Widuri; dan 3. Pamor Collono (mulus).
2. Yaman Jawa: Bahannya berasal dari mata air yang membeku dan mempunyai ciri khas warna hitam. Batu ini mempunyai 2 pamor: 1. Pamor Madu; dan 2. Pamor Sulaiman.
3. Angkik: Bahan dari batu ini berasal dari dalam batu cadas. Dan biasa mempunyai warna putih gajih atau lemak. Batu ini mempunyai bermacam-macam pamor. Seperti: Urat Serabut, Urat Widuri, Urat Sumur Bandung, Urat Cempaka, dan lain-lain.


Sebagai ciri untuk memilih batu combong yang asli, silahkan ikuti tips berikut ini:
- Dipegang berat dan didalamnya mempunyai serabut urat batu.
- Lobang yang terdapat pada batu itu bersifat alami, bukan bikinan, seperti dikikir atau dibikin beraneka bentuk lubang. Yang asli tidak demikian.
- Di dalam lubang berbentuk kasar dan tidak mulus.
Para pakar akik dan mustika alam berpendapat bahwa di balik keindahan bentuk Batu Combong yang asli umumnya terdapat suatu bahan ilmiah lain. Misalnya saja pendapat ahli perbatuan Indonesia, Ir. Sujatmiko. Dalam penelitiannya, dia menyebut telah menemukan kejanggalan pada sebuah bahan batu yang penuh dengan lubang.
Di dalam Batu Combong yang dia lihat lewat kaca pembesar, banyak dilihatnya mkhluk hidup. Namun entah dari jenis apa. Yang pasti di dalam batu itu dihuni beberapa spesies yang sulit dipahami oleh akal kita.


Mungkinkah itu hanya sekedar keberuntungan atau memang nyata? Wallahu’alam. Tapi menurut dunia supranatural, Batu Combang yang asli memang mempercayai kekuatan yang bersumber dari makhluk gaib. Si makhluk bersemayam di dalam sebuah batu cincin tersebut. Benarkah?
Lewat tulisan singkat ini, Misteri coba membuka tabir rahasia dari tuah Batu Combong lewat ajaran dan ilmu para Masyaikh Ahli Hikmah terdahulu.
Dikisahkan, di zaman para Wali Songo, Batu Combong banyak digunakan sebagai pengukur waktu jam untuk melaksanakan kewajiban sholat. Para Wali memahami Batu Combong pada masa itu dengan nama “Tuloq Ukur” (Batu Pengukur). Batu ini akan jadi penentu waktu lewat sinar matahari yang masuk lewat lobangnya.


Baru setelah para Wali menemukan cara lain yang lebih simple tentang menetukan waktu/istiwa, Batu Combong beralih fungsi menjadi batu kecil lewat asahan tangan para Waliyullah yang disebut dengan nama Angki Jawa Sih Pingalem (Akik Jawa yang disukai). Mungkin dari asal nama inilah, sehingga batu ini mempunyai tuah atau berkhodam.
Sebagai pemahaman mistik, Misteri pernah diajarkan beberapa cara untuk pendeteksian tuah Batu Combong berdasarkan Ilmu Hikmah. Semua itu bisa dicoba secara umum agar sedikit memahami dunia supranatural secara benar. Caranya:
- Carilah beberapa Batu Combong. Siapkan satu piring berwarna putih gajih, lalu oleskan piring itu dengan minyak Hajar Aswad sebanyak 5 Cc. Masukkan beberapa Batu Combong kedalamnya (bercampur dengan minyak).
Ingat, saat menempatkan/memasukkan Batu Combong ke dalam minyak, lihat posisi batu itu.
Biarkan prosesi ini atau diamkan selama 24 jam lamanya. Dan yang paling baik, sesudah batu bercampur dengan minyak, piring itu ditutup dengan kain. Coba Anda lihat, sesudah waktu yang ditentukan.


Apabila Batu Combong itu mempunyai tuah, maka batu itu akan berpindah tempat beberapa senti dari tempat semula. Dan untuk Batu Combong yang tidak mempunyai tuah, akan tetap tak bergeming di tempat semula.
- Untuk pendeteksian lebih lanjut, mari kita ikuti cara supranatural sebagai berikut:
1. Siapkan Batu Combong yang mempunyai tuah/berkhodam.
2. Siapkan pula kamar kosong dan beberapa sarana ritual, yaitu 1 lilin dan buhur Maghribi.
Bakarlah buhur Maghribi dan nyalakan api lilin, matikan lampu kamar dan taruh Batu Combong di samping lilin. Mulailah duduk bersemedi dan tataplah api lilin selama 30 menit. Saat menatap api lilin, kosongkan pikiran sambil membaca lafadz “Allahumma, ya Alah 3x (jangan bernafas). Ya Muhammadar Rasulullah” (terus menerus dibaca hingga waktu yang sudah ditentukan).


Ingat! Mata kita jangan sampai dipejamkan. Dan apabila waktu yang sudah ditentukan telah usai, ambillah Batu Combong itu lalu matikan api lilin. Lihatlah apa yang akan terjadi? Batu itu lambat laun akan mengeluarkan cahaya yang kian lama tambah membesar dan cahaya itu akan mengelilingi tubuh kita. Seperti halnya cahaya itu ada yang menggerakkan.
Sebagai kesempurnaan dari pendeteksian tuah Batu Combong, para ahli Ilmu Hikmah menciptakan suatu terobosan lewat beberapa cara dan amalan yang dianggap sangat mumpuni sebagai “remote control” pengatur tuah/khodam di dalamnya.
Cara seperti ini masih banyak digunakan di berbagai daerah dengan sebutan “Ilmu Ppelintir Merica”. Apa saja cara kerjanya?


Biasanya, orang yang terkena ilmu ini cukup langsung menerima ajakan kita, terutama dalam hal masalah cinta. Begitu dahsyatkah tuah dari Ilmu Pelintir Merica.
Tentunya cara seperti ini tidak semudah yang kita bayangkan. Butuh penyesuaian, belajar dan menetralisir keyakinan hati. Untuk akuratnya, ikuti cara sebagai berikut:
- Anda harus bisa memecahkan merica lewat pelintiran tangan.
- Anda diharuskan hafal Ayat Qursyi dan Doa Makbul.
Tata Caranya:
Carilah orang yang dituju, peganglah Batu Combong di tangan kiri Anda dan gigitlah satu merica antara tengah gigi atas dan bawah (jangan sampai pecah). Pegang pula satu merica di tangan kanan untuk dijadikan pelintiran.
Tataplah orang yang dituju, sambil membaca berulang-ulang amalan di atas, sambil merica terus dipelintir hingga pecah. Biasanya, apabila merica itu pecah, orang yang akan dituju langsung menatap ke kita dan kemudian mendekat dengan penuh kasih sayang.
Tapi apabila merica itu belum pecah, reaksi dari ilmu itu belum bisa dilihat. Silahkan Anda mencoba…!

No comments:

Post a Comment